Tuesday, November 28, 2017

SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL MA'HAD 'ALI "AL-MAHFUDZ" SEBLAK JOMBANG TAHUN AKADEMIK 2007/2008

Soal Ujian Akhir Semester Gasal
Ma'had 'Ali "al-Mahfudz" Seblak Jombang
Tahun Akademik 2007/2008

Mata Kuliah : Ilmu Hadis              Bentuk Soal   : Take Home
Dosen         : Masrokhin Sadja      Dikumpulkan : Maks. 3 hari

Deskripsi

Perjalanan Nabi Muhammad saw membimbing umat melintasi waktu tidak hanya ketika bulan purnama bersinar terang atau di saat matahari mulai menonjolkan kegagahannya, namun juga melewati titik hitam di mana dibutuhkan kejelian seorang pembimbing menunjukkan cara yang tepat di antara jalan-jalan yang paling tepat.

Oleh karena itu, sebaran materi hadis Nabi yang mendampingi al-Qur’an sebagai sumber dan pedoman induk dalam kehidupan umat Islam tak terelakkan pasti menaungi segala aspek dan mengandung banyak segi. Otoritas Nabi sebagai pembawa risalah juga membawa serta sisi pribadi yang tentu saja akan dipedomani oleh umatnya.

Dari sini dapat dlihat bahwa materi tema hadis dapat berupa :
  1. Sabda penuturan Nabi saw (hadis qauli) termasuk pernyataan yang mengulas kejadian atau peristiwa sebelum periode nubuwwah, hikayat Rasul terdahulu maupun norma syari’at yang diberlakukan (syar’ man qablana) 
  2. Surat-surat yang dibuat atas perintah Nabi termasuk juga fakta perjanjian yang melibatkan Nabi. 
  3. Firman Allah yang selain al-Qur’an yang disampaikan kepada umat dengan bahasa tutur Nabi atau biasa dikenal dengan Hadis Qudsi 
  4. Pemberitaan yang berkait dengan al-Qur’an (tafsir nabawiy dan asbab al-nuzul) 
  5. Perbuatan yang dilakukan Nabi dan diriwayatkan kembali oleh sahabat (hadis fi’ly atau ‘amaliy). 
  6. Sifat dan ihwal Nabi (hadis khalqiy) 
  7. Perilaku dan kebiasaan Nabi sehari-hari (hadis khuluqiy) serta pengalaman dalam dinamika kepemimpinan dan kemanusiaan nabi (sirah nabawiyah) termasuk juga acara perang (al-maghaziy) 
  8. Sesuatu yang direncanakan dan ancaman yang ditujukan kepada orang atau kelompok lain sekalipun tidak dilaksanakan (hadis hammi) 
  9. Perbuatan atau sikap terbuka sahabat di mana nabi mengetahuinya dan beliau bersikap membiarkan tanpa menegur atau melarangnya (hadis taqririy) 
  10. Biografi sahabat karena ada data hubungan khusus dengan Nabi (hadis manaqibiy) 
  11. Prediksi atau ramalan keadaan yang akan terjadi seperti gejala datangnya kiamat. 
  12. Kejadian dan kebijakan sahabat sepeninggal Nabi yang berpotensi sebagai penjabaran ajaran Nabi atau berkait dengan eksistensi kesumberan ajaran Islam dan pelestarian sunnah nabawiyah[1].


Soal
1. Pilih tiga tema hadis dari 12 materi tema hadis di atas untuk kemudian menuliskan teks hadis lengkap dengan sanad dan matannya dari kitab hadis induk sesuai dengan tema yang dipilih..

2. Ambil salah satu hadis dari jawaban nomor 1 dan tunjukkan dengan menulis lengkap bagian mana yang dinamakan sanad. Tuliskan pula bagian mana yang dinamakan matan dan athraf dengan menyertakan pengertian masing-masing apa yang dinamakan sanad, matan, dan athraf.

3. Jika hadis yang Saudara tulis adalah sahih, maka hadis tersebut pasti memenuhi kriteria hadis sahih yang oleh ulama dirumuskan dengan :
أولها الصحيح وهو ما اتصل * إسناده ولم يشــذ أو يعل
يرويه عدل ضـابط عن مثله * معتمد فــي ضبطه ونقله
Tunjukkan kriteria suatu hadis dikatakan sebagai hadis sahih yang bagiannya dapat berupa hadis mutawatir maupun ahad yang terdiri dari hadis masyhur, 'aziz maupun gharib. Apa yang Saudara ketahui dengan istilah mutawatir ahad, masyhur, 'aziz maupun gharib.

4. Karena berbagai alasan, beberapa pihak sering mendukung tindakannya dengan sandaran dalil yang dikatakannya sebagai hadis. Akan tetapi, ternyata hadis yang dimaksud adalah hadis maudhu' atau hadis palsu. Tuliskan salah satu contoh hadis maudhu' dan sebutkan sebab kemaudhu'annya. Selain sebab kemaudhu'an untuk hadis yang ditulis, tunjukkan sebab lain suatu hadis dinamakan hadis maudhu'.

5. Jika suatu dalil yang dikatakan sebagai hadis benar-benar bersumber dari Nabi saw, maka sering kali dapat ditemukan syahid (syawahid) maupun tab'i (tawabi')nya. Berikan pengertian syahid (syawahid) maupun tabi' (tawabi').

Selamat mengerjakan
rokhinsadja@gmail.com

(muroja'ah posting)

[1] Hasjim Abbas, Kritik Matan Hadis, (Yogyakarta : TERAS, 2004), p.15.
Selengkapnya...

Sunday, June 23, 2013

pasangan hidup : mudzakkar muannats


Mudzakkar – Muannats

Semua yang ada di dunia ini berpasangan. Tetapi, yang dikatakan berpasangan itu tidak harus laki-laki dan perempuan. Mudzakkar – munnnats dalam bahasa tidak harus berkonsekuensi dengan jenis kelamin.
Muannats yang dapat dibedakan jenis kelaminnya dengan yang laki-laki disebut muannats haqiqi. Jika muannats tidak dapat dibedakan laki-laki perempuannya disebut dengan muannats majazi.
Tanda muannats adalah :
1.        
ta’ mutaharrik (hidup, berharokat)
ناصرةٌ


2.        
alif maqshuroh
سلْمى


3.        
alif mamdudah
اسماء


Cara menentukan mudzakkar muannats suatu lafadh :
1.      Melihat lafadh dan maknanya :
a.     Makna & lafadh mudzakkar        = mudzakkar
b.     Makna & lafadh muannats          = muannats
2.      Melihat makna, bukan lafadhnya:
a.     Makna mudzakkar                    = mudzakkar
b.     Makna muannats                      = muannats
3.      Melihat lafadhnya. Tidak ada petunjuk itu muannats atau mudzakkar. Lihat saja potongan lafadh tersebut. Anggota badan yang berpasangan, dikategorikan muannats.
4.      Tidak bisa ditentukan jenis kelaminnya ?? ya itulah bahasa. Apalno, ojo nyocot !!


No
Contoh
Lafadh
Makna
Hence
1.        
زيد
ذ
ذ
مذكر

فاطمة
ث
ث
مؤنث
2.        
طلحة
ث
ذ
مذكر

زينب
ذ
ث
مؤنث
3.        
قلم
-
-
مذكر

مسطرة
-
-
مؤنث

يد
-
-
مؤنث

رجْل
-
-
مؤنث

رأس
-
-
مذكر

بطن
-
-
مذكر

فم
-
-
مذكر
4.        
السماء
-
-
مؤنث

الأرض
-
-
مؤنث

الشمس
-
-
مؤنث

النار


مؤنث

القمر
-
-
مذكر
والشمس وضحاها ,والقمر إذا تلاها, والنهار إذا جلاها ,والليل إذا يغشاها , والسماء وما بناها ,والأرض وما طحاها ,ونفس وما سواها
Lafdhiy dan maknawiy
1.         Muannats lafdhiy - maknawiy : lafadh yang ada tanda ta’nitsnya dan menunjuk makna perempuan. Seperti : عائشة, مسلمة
2.         Muannats lafdhiy : lafadh yang ada tanda ta’nitsnya dan menunjuk makna bukan perempuan. Seperti طلحة, حمزة.
3.         Muannats maknawiy : lafadh yang tidak ada tanda ta’nitsnya namun menunjuk makna perempuan. Misalnya : زينبُ, هندُ
Jika hendak menambahkan atau menggantikan sesuatu pada lafadh, seperti dhomir, isyaroh, mausul, sifat atau lainnya, perhatikan makna lafadh. Misalnya :
ولا تنكحوا المشركات حتى يؤمن ولأمة مؤمنة خير من مشركة ولو أعجبتكم ولا تنكحوا المشركين حتى يؤمنوا ولعبد مؤمن خير من مشرك ولو أعجبكم
يا أيها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها
يا أيتها النفس المطمئنة , ارجعي إلى ربك راضية مرضية , فادخلي في عبادي , وادخلي جنتي
Lafadh-lafadh yang secara praktek hanya terjadi pada perempuan, dikategorikan sebagai muannats sekalipun bentuk lafadhnya adalah mudzakkar.
No
Contoh
Makna
1.      
مؤنث
Perempuan
2.      
مرضِع
Yang menyusui
3.      
حائض
Yang haidh
4.      
طالق
Yang diceraikan
5.      
ثيّب
Janda
Bandingkan dengan yang ini :
زيد جنب
 لونا ميا جنب,
 فرطا و عزيز جنب 
 لونا ميا و ديان سزطرا جنب,  
فرطا و عزيز و لونا ميا و ديان سزطرا جنب
Perhatikan juga lafadh جنازة, ميّت, ميتة

Ta’ marbuthoh tidak selamanya menandai muannats. Kadang-kadang ta’ itu berfungsi untuk :
1.    Menyatakan satu, seekor, sebuah dan sejenisnya
شجرة
Sebatang pohon
بقرة
Seekor sapi
وردة
Sekuntum mawar
2.    Menyatakan mubalaghoh (bermakna lebih)
نابغة
Sangat mahir
علامة
Sangat alim
3.    Mengganti fa’, ‘ayn, atau lam fi’il
Kalimat
Asalnya
Artinya
زنة
وزن
Bobot, timbangan
سنة
سنو
Tahun
نية
نوي
Niat
4.    Menunjuk muntahal jumu'
أشعري
أشاعرة
Pengikut al-Ash’ari

 


___________________________________________________________
Nambahi sadja (08-08-2017)




Di kitab al-mudzakar wal muannats-nya Abu bakar al-Anbari ada penjelasan lebih lengkap tentang mudzakar muannats. Ada lima belas ciri bagi bentuk muannats. Mafhum mukholafahnya, jika tidak ada diantara lima belas ini beraryi dia kategori mudzakar. Dari lima belas, delapan diantaranya tanda muannats bagi kalimat isim, empat di fi’il dan tiga di huruf.
A.   Bagi isim yang muannats dapat dilihat dari delapan tanda ini :
1.     الألف المقصورة الممالة إلى الياء؛ كقولك                    : ليلى وسلمى وسُعدى.
2.     والألف الممدودة؛ كقولك              : حمراءُ وصفراءُ، والسراء والضراء
3.     والتاء؛ كقولك                         : أخت وبنت.
4.     والهاءُ؛ كقولك                         : طلحةٌ وحمزةٌ، وقائمةٌ، وقاعدةٌ، وهي تكون هاءٌ في الوقف.
5.     والألف والتاء في الجمع؛ كقولك       : المسلمات والصالحات والهندات والجُملات.
6.     والنون، كقولك                        : هُن وأنتن.
7.     والكسرة؛ كقولك                      : أنتِ.
8.     والياء؛ كقولك                         : هذي قامت، وفيه اختلاف

B.    Bagi fi’il yang muannats dapat dilihat dari empat tanda ini :
1.     التاء؛ كقولك                          : قامت وقعدت، وتقوم وتقعد.
2.     والياءُ؛ كقولك                         : تضربين زيداً، واضربي زيدا.
3.     والكسرةُ في الحرف المختلطِ بالفعل الذي قد صار كأنه من الفعل؛ كقولك: قُمتِ، وقَعدتِ، وأعطيتِ، وأحسنتِ، وأجملتِ،
4.     والنون التي اختلطت بالفعل، فصارت كبعضِ حُروفه، كقولك: قُمن، وقعدنَ.

C.    Bagi huruf yang muannats dapat dilihat dari tiga tanda ini :
1.     التاء؛ كقولك: رُبت رجل ضربتُ، وقمتُ ثُمت قعدت.
2.     والهاء؛ كقولك- في الوقت على هيهات-: هيهاه،
ومثله: (ولات حين مناص). كان الكسائي يقف عليها ولاه.
3.     والهاءُ والألفُ؛ كقولك: إنها قامت هندٌ، وإنها جلست جُملٌ. قال الله تعالى ذكره: (فإنها لا تعمى الأبصار).
Selengkapnya...