Sunday, June 23, 2013

pasangan hidup : mudzakkar muannats


Mudzakkar – Muannats

Semua yang ada di dunia ini berpasangan. Tetapi, yang dikatakan berpasangan itu tidak harus laki-laki dan perempuan. Mudzakkar – munnnats dalam bahasa tidak harus berkonsekuensi dengan jenis kelamin.
Muannats yang dapat dibedakan jenis kelaminnya dengan yang laki-laki disebut muannats haqiqi. Jika muannats tidak dapat dibedakan laki-laki perempuannya disebut dengan muannats majazi.
Tanda muannats adalah :
1.        
ta’ mutaharrik (hidup, berharokat)
ناصرةٌ


2.        
alif maqshuroh
سلْمى


3.        
alif mamdudah
اسماء


Cara menentukan mudzakkar muannats suatu lafadh :
1.      Melihat lafadh dan maknanya :
a.     Makna & lafadh mudzakkar        = mudzakkar
b.     Makna & lafadh muannats          = muannats
2.      Melihat makna, bukan lafadhnya:
a.     Makna mudzakkar                    = mudzakkar
b.     Makna muannats                      = muannats
3.      Melihat lafadhnya. Tidak ada petunjuk itu muannats atau mudzakkar. Lihat saja potongan lafadh tersebut. Anggota badan yang berpasangan, dikategorikan muannats.
4.      Tidak bisa ditentukan jenis kelaminnya ?? ya itulah bahasa. Apalno, ojo nyocot !!
No
Contoh
Lafadh
Makna
Hence
1.        
زيد
ذ
ذ
مذكر

فاطمة
ث
ث
مؤنث
2.        
طلحة
ث
ذ
مذكر

زينب
ذ
ث
مؤنث
3.        
قلم
-
-
مذكر

مسطرة
-
-
مؤنث

يد
-
-
مؤنث

رجْل
-
-
مؤنث

رأس
-
-
مذكر

بطن
-
-
مذكر

فم
-
-
مذكر
4.        
السماء
-
-
مؤنث

الأرض
-
-
مؤنث

الشمس
-
-
مؤنث

النار


مؤنث

القمر
-
-
مذكر
والشمس وضحاها ,والقمر إذا تلاها, والنهار إذا جلاها ,والليل إذا يغشاها , والسماء وما بناها ,والأرض وما طحاها ,ونفس وما سواها
Lafdhiy dan maknawiy
1.         Muannats lafdhiy - maknawiy : lafadh yang ada tanda ta’nitsnya dan menunjuk makna perempuan. Seperti : عائشة, مسلمة
2.         Muannats lafdhiy : lafadh yang ada tanda ta’nitsnya dan menunjuk makna bukan perempuan. Seperti طلحة, حمزة.
3.         Muannats maknawiy : lafadh yang tidak ada tanda ta’nitsnya namun menunjuk makna perempuan. Misalnya : زينبُ, هندُ
Jika hendak menambahkan atau menggantikan sesuatu pada lafadh, seperti dhomir, isyaroh, mausul, sifat atau lainnya, perhatikan makna lafadh. Misalnya :
ولا تنكحوا المشركات حتى يؤمن ولأمة مؤمنة خير من مشركة ولو أعجبتكم ولا تنكحوا المشركين حتى يؤمنوا ولعبد مؤمن خير من مشرك ولو أعجبكم
يا أيها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها
يا أيتها النفس المطمئنة , ارجعي إلى ربك راضية مرضية , فادخلي في عبادي , وادخلي جنتي
Lafadh-lafadh yang secara praktek hanya terjadi pada perempuan, dikategorikan sebagai muannats sekalipun bentuk lafadhnya adalah mudzakkar.
No
Contoh
Makna
1.      
مؤنث
Perempuan
2.      
مرضِع
Yang menyusui
3.      
حائض
Yang haidh
4.      
طالق
Yang diceraikan
5.      
ثيّب
Janda
Bandingkan dengan yang ini :
زيد جنب
 لونا ميا جنب,
 فرطا و عزيز جنب 
 لونا ميا و ديان سزطرا جنب,  
فرطا و عزيز و لونا ميا و ديان سزطرا جنب
Perhatikan juga lafadh جنازة, ميّت, ميتة

Ta’ marbuthoh tidak selamanya menandai muannats. Kadang-kadang ta’ itu berfungsi untuk :
1.    Menyatakan satu, seekor, sebuah dan sejenisnya
شجرة
Sebatang pohon
بقرة
Seekor sapi
وردة
Sekuntum mawar
2.    Menyatakan mubalaghoh (bermakna lebih)
نابغة
Sangat mahir
علامة
Sangat alim
3.    Mengganti fa’, ‘ayn, atau lam fi’il
Kalimat
Asalnya
Artinya
زنة
وزن
Bobot, timbangan
سنة
سنو
Tahun
نية
نوي
Niat
4.    Menunjuk muntahal jumu'
أشعري
أشاعرة
Pengikut al-Ash’ari

Selengkapnya...